Top Skor

5 Alasan Neymar Tidak Akan Pindah ke Manchester United

Manchester United setelah ditinggal Alex Ferguson seolah ingin membuat image sebagai klub kaya dan royal dalam membeli pemain mahal. Hal ini sangat kontras dengan gaya Ferguson kala memimpin red devils. MU dibawanya Berjaya tanpa pemain dengan label super mahal. Saat ini saja MU telah membeli pemain-pemain super mahal.

Mu telah mendatangkan Di Maria, Martial dan juga Pogba, dan muncul isu aka nada nama pemain mahal lainnya dalam diri Antonie Griezmann dan Neymar. Untuk nama Neymar, nama ini menjadi sangat kuat baru-baru ini. Namun ada beberapa hal yang diyakini bahwa Neymar akan menolak pinangan tersebut, berikut alasannya :

neymar

  1. Jose Mourinho

Manajer MU, Jose Mourinho merupakan alasan terkuat Neymar tak bakal hengkang ke Old Trafford Stadium. Pasalnya, Mourinho selalu mengkritik pemain yang dianggap tidak sesuai dengan pola permainan.

Pada musim ini saja, Mourinho sudah membuat Luke Shaw, Henrikh Mkhitaryan, hingga Matteo Darmian sedikit kesal dengan kritikannya. Namun ketiga pemain MU itu kembali dimanfaatkan Mourinho karena menuruti semua perintahnya.

Sedangkan Neymar tak suka mendengar kritikan dari orang lain. Pada Oktober 2016, Neymar mendapat kritik karena gaya permainan mudah dibaca. Namun, dia bergeming dan tidak mau mendengar kritik.

“Saya sepenuhnya tidak akan berubah, para pemain harus tahu hal itu ketika mereka menghadapi saya. Hingga saat ini, saya punya cara bermain sendiri dan itu mencakup dribbling, mencetak gol, dan membantu rekan-rekan setim,” ujar Neymar.

2. Atmosfer Liga Inggris

Pemain kelahiran Brasil tidak pernah bisa bersinar bila bergabung MU. Sudah ada tiga pemain asal Brasil yang meredup bersama Setan Merah, yakni Anderson, Rafael, dan Fabio da Silva.

Bila Neymar bergabung dengan MU, dia diprediksi bakal kesulitan menghadapi atmosfer persaingan di Liga Inggris. ESPN menyebut gaya permainan Neymar mirip dengan Robinho saat bermain di Liga Inggris bersama Manchester City pada 2008.

Neymar suka memperlihatkan kepiawaiannya mengolah bola ketika bertanding. Di Liga Inggris, pemain tidak bisa berlama-lama memegang bola karena bisa mendapat tekel dari lawan.

3. Gaji

Neymar dikabarkan bakal mendapat gaji dari MU hingga Rp 7 miliar per pekan. Hal ini bakal menjadi masalah baru untuk manajemen Setan Merah.

Pasalnya, gaji Neymar nyaris dua kali lipat dari kapten sekaligus penyerang MU, Wayne Rooney. Kabarnya, Wazza –sapaan akrab Rooney– mendapat bayaran sebesar 250 ribu pounds atau senilai Rp 4 miliar per minggu.

Gaji Neymar juga bakal membuat pemain muda MU seperti Marcus Rashford cemburu. Rasford hanya mendapat bayaran sebesar 25 ribu pounds atau Rp 418 juta per pekan. Itu artinya, gaji Neymar lebih banyak 16 kali lipat dari yang didapat Rashford.

4. Tandem

Bila meninggalkan Barcelona, Neymar belum tentu mendapat tandem seperti Lionel Messi dan Luis Suarez, dua pemain yang disebut sebagai striker terbaik dunia. Kemungkinan, performa terbaik Neymar tanpa kedua pemain itu akan sirna.

Sebab, di MU, Neymar hanya akan bertemu pemain yang levelnya jauh di bawah Messi dan Suarez, yakni Antonio Valencia, Marcos Rojo, hingga Jesse Lingard. Semua pemain MU belum tentu menjadi tandem yang cocok untuk Neymar.

Tidak hanya itu, Neymar tentu bakal kesulitan mencari teman baru. Perbedaan budaya pertemanan di Inggris dan Spanyol juga menjadi alasan kuat Neymar tak mungkin ke MU.

5. Cuaca

Neymar merupakan pemain yang menyukai panas matahari seperti di tanah kelahirannya, Brasil dan tempatnya bekerja saat ini, Spanyol.

Pada tahun 2011, dia pernah mengatakan kalau cuaca di Inggris tidak cocok untuknya. “Saya tidak suka cuaca di Inggris, tidak suka semua iklimnya,” kata mantan pemain Santos tersebut.

Cuaca juga menjadi penyebab bintang AS Roma, Radja Nainggolan menolak pinangan Chelsea pada Januari 2017. Inggris memang terkenal dengan iklim yang sangat dingin.

“Sediakan matahari dan saya akan datang,” ujar Nainggolan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close