Top Skor

5 Pelatih yang Dipecat Setelah Memberi Tropi

Tropi sebenarnya menjadi bukti kualitas seorang pelatih.

Namun sekarang ini, mulai sering kita temui pelatih yang memberi gelar kepada klub yang dilatih, dan malah dipecat oleh timnya tersebut.

Ada begitu banyak alasan pemecatan tersebut, seperti kualitas permainan.

Sebagai contoh pelatih Chelsea Di Matteo yang berhasil memberikan gelar Liga Champions pertama untuk Chelsea namun harus menerima untuk dipecat.

Dan di bawah ini, kami juga memiliki beberapa nama pelatih hebat lainnya yang justru dipecat setelah memberikan tropi :

1. Louis van Gaal (Manchester United)

Pelatih legendaris asal Belanda, Louis van Gaal, pernah melatih Manchester United selama dua musim, yaitu pada 2014-2016. Ia menukangi klub yang berjuluk Setan Merah itu setelah mengakhiri kariernya sebagai pelatih timnas senior Belanda dari 2012-2014. Ia menggantikan posisi David Moyes di Old Trafford.

Meski ia dipercaya bisa membangkitkan performa skuat Manchester United, tapi Van Gaal justru gagal menjalankan tugas. Setan Merah hanya finis di posisi empat pada musim pertama kepelatihannya. Ia memang sukses memberikan trofi Piala FA 2015/16, tapi performa buruknya di Liga Inggris membuat manajemen mendepaknya di akhir musim ke-2.

2. Maurizio Sarri (Juventus)

Juventus mendatangkan Maurizio Sarri dari Chelsea pada 16 Juni 2019 yang lalu untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Sarri berhasil mempertahankan kegemilangan klub Serie A Liga Italia tersebut di kancah domestik. Namun, ia gagal memberikan gelar di Coppa Italia 2020 dan Liga Champions 2019/20.

Karena hal ini, pihak manajemen klub secara mengejutkan memecat Maurizio Sarri sebagai pelatih. Peristiwa itu terjadi pada 8 Agustus 2020, satu hari setelah Juventus disingkirkan Lyon di 16 besar Liga Champions dengan agregat 2-2. Padahal, Sarri telah mampu memberikan gelar scudetto pada Juventus untuk Serie A Liga Italia 2019/20.

3. Vicente Del Bosque (Real Madrid)

Pelatih asal Spanyol, Vicente Del Bosque pernah merasakan pendepakan paling aneh dalam sejarah sepak bola. Ia telah direkrut Real Madrid sejak 1994 yang lalu. Del Bosque adalah salah satu manajer paling sukses di Madrid.

Ia telah memberikan trofi LaLiga Spanyol dua kali, Supercopa de Espana satu kali, Copa Iberoamericana satu kali, Liga Champions dua kali, Piala Super UEFA satu kali dan Piala Interkontinental satu kali.

Namun ternyata, manajemen Real Madrid justru mendepaknya pada 2003, usai memenangkan Liga Spanyol dan mendatangkan David Beckham. Klub tersebut menawarinya jabatan sebagai direktur teknis, tapi ditolaknya. Banyak yang percaya bahwa pemecatannya ini dikarenakan adanya ketidakcocokan beberapa pemain Madrid dengannya.

4. Unai Emery (Paris Saint-Germain)

Sebelum dipanggil untuk menukangi Arsenal, Unai Emery pernah melatih klub Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain selama dua musim, yaitu pada 2016-2018. Ia sukses memberikan trofi Ligue 1 (2017/18), Coupe de France (2016/17, 2017/18), Coupe de la Ligue (2016/17, 2017/18), dan Trophee des Champions (2016 dan 2017).

Ternyata, pihak manajemen mendepaknya pada akhir musim 2017/18. Alasannya, Emery gagal mengantar PSG juara Ligue 1 2016/17 untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Mereka juga gagal di Liga Champions meski dalam tim sudah ada nama besar seperti Neymar dan Kylian Mbappe. Beruntung, Emery akhirnya mendapat tawaran melatih Arsenal.B

5. Antonio Conte (Chelsea)

Sebelum melatih Inter Milan menggantikan Luciano Spalletti, Antonio Conte menukangi raksasa Liga Inggris yang bernama Chelsea. Conte sukses memberikan gelar juara Liga Inggris 2016/17 dan Piala FA 2017/18 bagi Chelsea atau The Blues. Dua gelar tersebut merupakan trofi pertama dalam karier kepelatihan Conte di Inggris.

Sayangnya, Chelsea mendepak Conte pada akhir 2017/18 usai mereka hanya finis di peringkat lima Liga Inggris dan gagal melaju ke Liga Champions 2018/19. Ini adalah situasi yang sangat bertolak belakang dengan musim sebelumnya, dimana mereka sukses juara. Conte akhirnya digantikan dengan Maurizio Sarri.

Itulah lima pelatih yang justru didepak oleh klub masing-masing meskipun sukses memberikan trofi sebagai bukti keberhasilan mereka meraih gelar juara. Hal ini memberikan gambaran betapa beratnya beban seorang pelatih dalam dunia sepak bola.

Sumber : indosport.com

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close