Formasi

5 Pelatih Top Dunia yang Memiliki Rekor Kekalahan Di Final Terbanyak

Sebuah laga final tentunya akan menyisakan satu pemenang dan sisanya satu pecundang.

Tim yang menang pastinya tercatat indah di buku sejarah sebagai juara.

Dalam sejarah sepakbola saat ini, ada beberapa nama pelatih top dunia yang memiliki catatan kemenangan di final terbanyak, sebut saja nama-nama seperti Mourinho, Zidane atau Pep Guardiola.

Dan sisi lain dunia juga mencatat nama-nama pelatih top dunia lainnya yang memiliki rekor kekalahan di final terbanyak.

Siapa sajakah mereka, semoga saja nama-nama mereka bis amenginspirasi kita untuk tetap berjuang dan memberikan yang terbaik dalam hidup ini.

1. Jurgen Klopp

Kemenangan lebih sering mendekati pelatih asal Jerman itu dalam tiga partai final yang dijalani timnya pada tujuh bulan terakhir.

Trofi Champions League, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub berhasil diraih Liverpool dalam rentang waktu tersebut. 

Namun jika dilihat secara keseluruhan Klopp sebenarnya lebih akrab dengan kekalahan pada laga final.

Eks pelatih Jerman itu setidaknya selalu kalah dalam enam laga final yang dilalui oleh tim-tim yang pernah dibesutnya sebelum peruntungannya berubah pada Juni 2019 silam saat Liverpool mengangkat trofi Big Ear dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0.

Enam kekalahan di laga final itu terjadi pada Champions League 2013 (Borussia Dortmund kalah dari Bayern Munich 1-2), DFB Pokal 2015 (Borussia Dortmund takluk 1-3 dari Wolfsburg), League Cup 2016 (Liverpool kalah adu penalti dari Manchester City), Europa League 2016 (Liverpool kalah 1-3 dari Sevilla), dan Champions League (Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid).


2. Diego Simeone 

Menggambarkan karier Diego Simeone dari tiga kekalahan final yang dialaminya sejak membesut Atletico Madrid pada akhir 2011 bukanlah sebuah penilaian yang adil.

Pria Argentina ini sudah mampu membawa Los Rojiblancos masuk ke dalam jajaran tim terbaik di Eropa sejak dirinya menginjakkan kaki di kota Madrid.

Bersama Atletico, Simeone sukses menjadi tim yang mampu menyaingi kekuatan Barcelona dan Real Madrid.

Dia mempersembahkan trofi Piala Super Eropa 2012, La Liga 2013/14, dan Europa League 2017/18.

Namun eks pemain Inter Milan ini menelan dua kekalahan pada dua final Champions League edisi 2013/14 dan 2015/16, keduanya dari rival sekota Real Madrid.

Sementara itu kekalahan terbarunya di final juga didapatkan dari lawan yang sama pada Januari ini saat Atletico takluk melalui adu penalti pada final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.


3. Massimiliano Allegri 

Bukan hanya Diego Simeone yang menelan dua kekalahan di final Champions League dalam rentang tiga tahun.

Eks pelatih Juventus Massimiliano Allegri juga mengalami hal serupa ketika dirinya mengantar La Vecchia Signora menghadapi Barcelona pada 2014/15 dan Real Madrid pada 2016/17. 

Meski belum mampu membawa Juventus mengakhiri puasa gelar Champions League sejak 1997, Allegri dinilai telah mampu membawa tim asal Turin itu kembali menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan di Eropa.

Daya tarik Juventus di era Allegri meningkat dan bahkan membuat mereka sukses merekrut pemain sekaliber Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018 lalu.


4. Antonio Conte

Sejak mengawali karier kepelatihannya pada tahun 2006 bersama Arezzo, Antonio Conte hanya pernah tiga kali menembus final bersama tim-tim yang dilatihnya.

Ketiga final itu merupakan kompetisi domestik dan Conte hanya memenangi satu di antaranya.

Ketiga final yang pernah dijalani oleh pelatih Inter Milan itu adalah final Coppa Italia 2012 ketika Juventus takluk 2-0 dari Napoli.

Final kedua yang dijalani oleh pria kelahiran 31 Juli 1969 itu adalah FA Cup 2017 saat Chelsea ditaklukkan Arsenal dengan skor 2-1.

Ketidakberuntungan Antonio Conte di partai final berakhir setahun setelahnya saat Chelsea meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol penalti Eden Hazard atas Manchester United di Wembley Stadium.


5. Thomas Tuchel

Sama halnya dengan Antonio Conte, Thomas Tuchel baru tiga kali mencicipi laga final kompetisi dalam kariernya yang diawali pada tahun 2009 bersama Mainz 05.

Dalam tiga final yang dilaluinya, pelatih asal Jerman itu hanya sekali menikmati kemenangan yaitu pada final DFB Pokal 2017 bersama timnya kala itu Borussia Dortmund, dengan mengalahkan Eintracht Frankfurt 2-1. 

Dalam dua laga final lainnya, Tuchel harus menelan kekalahan.

Final pertama dalam kariernya datang pada ajang DFB Pokal 2016 saat timnya takluk dari Bayern Munich melalui adu penalti.

Final terakhirnya adalah ketika dia menderita kekalahan bersama timnya saat ini, PSG, dari Stade Rennais melalui adu penalti dalam final Coupe de France 2019.

Sumber : 90min.com (Nanda Febriana, 16 Januari 2020)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close