Formasi

7 Pesepakbola Top yang Pernah Hidup Susah, Ada yang jadi Tukang Cuci Piring

Para pesepakbola muda harusnya meneladani semangat pantang menyerah para pesepakbola top dunia ini.

Mereka adalah orang-orang yang dibentuk dari kesulitan hidup dan mereka mampu membuktikan diri dengan melewati semua rintangan itu.

Siapa yang menyangka ada dari antara mereka yang dulunya hanyalah seorang pengecat jalanan dan sekarang digaji puluhan miliar per Minggunya.

Inilah realitas sekaligus insiprasi kehidupan buat siapa saja yang berjuang untuk mimpinya.

Dan berikut pesepakbola top yang pernah hidup susah :

1. Virgil van Dijk: Tukang Cuci Piring

Virgil van Dijk memulai karier saat meninggalkan tanah kelahirannya, Kota Breda, Belanda pada 2006.

Saat itu Van Dijk baru berusia 15 tahun dan bergabung dengan akademi klub Liga teratas Belanda, Willem II.

Namun, sebelum itu Van Dijk harus membagi waktunya dengan menjadi karyawan di salah satu restoran sebagai tukang cuci piring.

“Sebelum saya menandatangani kontrak, saat saya berusia 15 tahun, saya bekerja sebagai pencuci piring di salah satu restoran di Kota Breda,” ungkap Van Dijk, melansir dari BBC.

Setelah itu, Virgil van Dijk memutuskan pindah ke FC Groning pada 2010.

Selama di sana, Van Dijk pergi ke tempat latihan dengan mengendarai sepeda.

“Ketika saya tiba di FC Groningen, saya harus bersepeda untuk pergi ke tempat latihan. Saya menggunakan gaji saya untuk mengikuti kursus mengemudi,” jelas Van Dijk.


2. Luis Suarez: Kerja Serabutan di Bengkel

Bintang Barcelona, Luis Suarez, masuk ke dalam daftar pemain termahal di Camp Nou di bawah Lionel Messi.

Suarez menerima upah sebesar 290 ribu pounds (Rp5,4 miliar) per pekan.

Sebelum berkiprah di Barcelona, Luis Suarez pernah membela Ajax Amsterdam dan Liverpool.

Bahkan sebelum menjelma jadi bintang sepak bola dunia, pemain asal Uruguay itu pernah bekerja di bengkel untuk membantu ekonomi keluarganya.

Kala itu Suarez masih berusia 11 tahun dan rela berbohong kepada ibunya saat bekerja serabutan di salah satu bengkel di dekat rumahnya.


3. Gabriel Jesus: Tukang Cat Jalanan

Gabriel Jesus pernah merasakah kerasnya kehidupan di Brasil.

Bintang Manchester City itu menjadi satu di antara pemuda di lingkungannya yang tidak terjerat kasus narkoba.

Dia menjadi anak teladan berkat kecintaannya terhadap dunia sepak bola.

Gabriel Jesus terlahir di keluarga sederhana. Ayahnya pergi dengan wanita lain saat dia masih berada dalam kandungan ibunya. 

Pemain Timnas Brasil itu sempat menjadi tukang cat jalanan saat perhelatan Piala Dunia 2014.

Namun berkat ketekunannya sebagai pesepak bola, Gabriel Jesus berhasil memperbaiki kehidupan keluarganya.


4. Alexis Sanchez: Tukang Cuci Mobil

Pemain Inter Milan, Alexis Sanchez, pernah merasakan pahit-manisnya kehidupan.

Sang ibunda membesarkan winger asal Chile seorang diri setelah suaminya meninggal saat Sanchez berusia lima tahun.

Pemain pinjaman dari Manchester United itu kerap menahan rasa lapar, sehingga sang ibu pernah meminta makanan kepada tetangganya. 

Ibu Alexis Sanchez menjadi buruh cuci serta menjual ikan sebagai pendapatan tambahan.

Merasa tak tega, Sanchez membantu ibunya mencari nafkah sebagai tukang cuci mobil.

Namun, kehidupan Alexis Sanchez kini berubah.

Dia menjadi salah seorang pemain yang menerima gaji mahal di Barcelona, Arsenal, dan Manchester United.

Bahkan kini tim Setan Merah tetap membayar sebagian upahnya meski Sanchez tengah dipinjamkan ke Inter Milan.


5. Jamie Vardy: Buruh Pabrik

Penyerang Leicester Ciy, Jamie Vardy, mencuri perhatian dengan tampil apik bersama The Foxes dengan mencetak lima gol dan satu assist dari sembilan penampilannya musim ini. 

Namun, tak banyak yang tahu soal kehidupan Vardy sebelum terkenal sebagai salah seorang bintang Premier League.

Pemain berusia 32 tahun itu ternyata pernah bekerja sebagai buruh di pabrik alat-alat penyangga patah tulang demi menyambung hidup.


6. Dimitri Payet: Pelayan Toko Baju

Pemain Timnas Prancis, Dimitri Payet memulai kariernya pada 1997 bersama akademi klub Saint-Pierroise kemudian pindah ke beberapa tim di negaranya.

Namun, pada 2004 eks bintang West Ham United itu dikontrak amatir oleh Nantes.

Kala itu Dimitri Payet masih berusia 18 tahun. Dia nyambi bekerja sebagai pelayan toko lantaran pemasukannya di beberapa skuat junior belum mencukupi kebutuhan hidupnya.


7. Carlos Bacca: Kernet Bus

Pemain Villareal, Carlos Bacca, terkenal sebagai penyerang yang memiliki insting tajam.

Saat masih bersama AC Milan, Bacca sukses menyabet gelar juara Supercoppa Italia pada 2016.

Pemain Timnas Kolombia itu juga berhasil meraih dua trofi Liga Europa untuk Sevilla.

Namun sebelum sukses di dunia sepak bola, Bacca pernah menjadi kernet bus untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sumber : liputan6.com

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close